Malang,
26 Maret 1997
-Kelahiran Mimpi-
“Mimpi lahir seperti bayi manusia, membawa harapan dan kebahagiaan
yang harus diperjuangkan menjadi nyata.”
“Oek..oek..” tangisan seorang bayi yang baru terlahir
Sore menjelang malam , jauh dari keramaian kota. Hari itu kelahiran
putri pertama dari keluarga sederhana Bapak Purnomo. Putri yang amat
dinanti-nantikan akhirnya hadir di tengah-tengah mereka. Tidak ada dokter yang
mampu menjangkau desa pedalaman ini, Desa Dalisodo. Persalinan hanya dibantu
dukun beranak, seperti tradisi saja.
Kesederhanaan sangat terasa, tidak ada kasur empuk hanya ada dipan
dari bilah-bilah bamboo, beralaskan tikar daun pandan dari kampung kelahiran ibunya,
Jember. Mereka tak peduli akan semua itu, kebahagiaan menyambut kelahirannya
teramat berarti daripada meneliti kesusahan yang tak kunjung usai.
Comments
Post a Comment