Mahasiswa, Garda Terdepan Bangsa
Kamis (06/8) Tahun ajaran baru telah di depan
mata, perguruan tinggi negri maupun swasta berbondong-bondong mengadakan
pendaftaran ulang calon mahasiswa barunya. Wajah polos peralihan dari Sekolah
Menengah Atas atau sederajad mewarnai antiran di setiap universitas. Tentu
wajah ini berbeda dengan raut garang saat mahasiswa turun ke jalan, ditambah
dengan persepsi masyarakat yang dilansir oleh berbagai media bahwa demonstrasi
mahasiswa selalu berujung ricuh. Kendati demikian, demonstrasi masih menjadi
pilihan alternative menyuarakan pendapat dimuka umum. “ Demo itu dilakukan
ketika benar-benar buntu, ketika mahasiswa tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Ketika kita masih bisa bergerak, ya bergerak. Kalau nggak bisa, ya demo. Secara
tidak langsung demo itu pilihan terakhir,” ujar Syahrul Findi, mahasiswa baru
Universitas Indonesia.
Terlepas dari itu semua mahasiswa merupakan
lokomotif perubahan bangsa sehingga perannya dalam mengawasi roda pemerintahan
bukan mitos belaka, namun aksi nyata warisan luhur generasi sebelumnya. Menilik
dari segi pragmatis maupun idealis, mahasiswa tidak hanya mengandalkan fisik saja
untuk melakukan demonstrasi, tetapi intelektual tinggi memiliki andil utama
sehingga tidak serta merta semua kebijakan dianggap menyimpang. “ Kenapa ketika
pemerintah memberi kebijakan yang menurut kita kurang baik kita langsung demo?
Kenapa tidak melihasudut pandang yang lain? Karena berjuang tidak selalu dengan
demo kan? Menurut saya, yang pantas didemo bukan kenapa harga bensin naik?,
tetapi kenapa pemerintah tidak mau melegalkan mobil listrik buatan anak
bangsa.” Tutur Syahrul.
Disisi lain, Polemik pasal penghinaan presiden
masih bergulir. Dalam pengajuan pasal 263 ayat 1 RUU KUHP yang berbunyi ‘Setiap
orang yang di muka umum menghina presiden atau wakil presiden dipidana dengan
pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak ketegori IV’
menuai kontroversi dari berbagai pihak. Disetujui atau tidak disetujuinya pasal
ini, mahasiswa diharapkan tetap berada di garda terdepan bangsa, memperjuangkan
aspirasi rakyat, mengkritisi secara bijak, dan tidak menjadi alat politik
kekuasaan. (uma)
Comments
Post a Comment